Just So You Know I Am Confused

Hasil gambar untuk happy tumblr photography
Hello, how are you? Dare to say "Good morning and have a pleasant day" to your-loved ones, pals! #kodedikit

Asal usul, kasak kusuk..
Gue kalo ditanya "asalnya darimana?", "balik kemana?", "orang mana?" bingung dah jawabnya. Pasalnya begini.. Gue orang jawa yes, orang palembang/sumatera juga yes. Notabene, gue ini kelahiran jawa asli, keturunan jawa asli, semua keluarga gue asli jawa, kecuali kakeknya kakek gue yang orang Belanda (lah, darah Belanda dan bangsawannya udah hilang di angkatan gue khan: lewl), jadi bisa dikatakan gue orang jawa asli. Tapi, masalah muncul ketika gue baru umur 2 tahun udah pindah ke Sumatera, Palembang specifically. Dari umur 2 tahun (1998) sampe gue 17 tahun (2013) gue tinggal, gede, dan berkembang di Kota Pempek itu.

Kalo kata bokap gue ras gue ini nggak sempurna (ras, according to Wikipedia: sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui ciri fenotipe, asal usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang terwarisi). Jadi kesimpulannya, fenotipe gue cenderung tergantung orang tua gue, asal usul geografis sih original dari tanah jawa, tampang jasmani (primer/genotipe: berdasarkan gen asli jawa, nyokap dan bokap gue asli jawa tengah keduanya, tapi tampang jasmani juga dipengaruhi faktor sekunder yaitu temperament dan karakter yang berkembang berdasarkan adaptasi dari lingkungan/daerah sekitar. Nah, gue genotipe asli Jawa (yang kalem, manis, imut2 gitu wkwk), sedangkan temperamen dan karakter gue yang sekarang ini cenderung Sumatera (agak kasar yah, beda sama org jawa asli). Alhasil wajah gue ini half Javanese, half Sumatran. Karakter gue juga demikian, I guess.

Di banyak kesempatan acara keluarga yang gue datengin di Daerah Solo, Semarang atau Jogja tempat dimana sebagian besar keluarga besar gue berdomisili, gue biasanya disapa gini: "Duh ini dia orang Palembang udah dateng, tambah cantik aja" *abaikan yg dicoret* hihi. But why? Selalu dikenali sebagai orang Palembang? Karena gue tinggal disana? ok then. But let see this occassion:
       (Pas acara keluarga di Solo)
       Bude solo: "Oalaaah ini ternyata anaknya Mas *** toh"
       Me: "nggih bude"
       Bude solo: "oh pantesan, bude tadi lihat dari jauh, ini pasti bukan orang Jawa"
       Me: *nyengir kuda kepang* (saya orang Jawa! Please bude, I'm begging u)
       Bude solo: "aduh cantik banget, kayak mamanya"
       Me: *nyengir kuda lumping*
***
       (Pas ketemu Pak Char depan kantor sekolah, loc: Palembang)
       Pak Char: "Nak, wong jawo, tolong bapak panggilke ketuo kelas XII IPA 2
       (Nak, orang jawa, tolong bapak ya panggilkan ketua kelas XII IPA 2)"
       Me: *menyeringai evil* (bahkan sapaan "wong jowo" sudah melekat diwajah gue deh kayaknya)
***
See? Dimana gue bernapas, gue selalu diakui bahwa gue adalah bagian dari belahan dunia bagian lain. Gue di jawa, dibilang orang sumatera. Gue di sumatera dibilang orang jawa. They judge me by the cover. lewl. It's confusing. Where should I belong? What should I claim myself as? haha just kidding I'm not seriously worrying about this too much. It's okay, I was enjoying my life. Just so you know, I am living in Bekasi-Cikarang now, can you imagine what should I say to the world, about this whole thing? Anak rantau yang merantau? Rantau pangkat dua? Asssh nggak usah dipikirin, bilang aja gini. "Kenalin, gue Riska, lahir di Semarang, gede di Palembang, kuliah di Cikarang". Well done much!

Cheers,
Salam anak rantau!

0 komentar:

Posting Komentar

PT Jurnal Bisa Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.